Sekolah Seniman Pangan · School of Food Artisans
Beranda › Tentang Kami
Sejak 2017, Sekolah Seniman Pangan telah membina generasi baru wirausaha pangan perdesaan yang menjaga keanekaragaman hayati dan memperkuat ekonomi lokal.
Seniman Pangan didirikan pada 2017 oleh Helianti Hilman, pendiri Javara, setelah lebih dari satu dekade bekerja bersama petani, masyarakat adat, dan seniman pangan lokal di berbagai penjuru Indonesia.
Melalui kemitraan tersebut, ia menyaksikan dua kenyataan sekaligus: Indonesia memiliki salah satu kekayaan hayati pangan terbesar di dunia, namun banyak produsen pangan lokal menghadapi peluang ekonomi yang terbatas, minat generasi muda yang terus menurun, dan pengetahuan pangan tradisional yang perlahan menghilang.
Ia meyakini bahwa pertanian dapat menawarkan masa depan yang lebih menjanjikan bila dipadukan dengan kewirausahaan, inovasi, dan akses pasar — memandang petani bukan sekadar penghasil komoditas mentah, melainkan seniman pangan.
Sekolah berasrama berbasis praktik, tempat peserta membangun usaha bersama — dari budi daya hingga ke pasar.
Kebun belajar, laboratorium pangan, kafe, dan ruang ritel: setiap tahap rantai nilai dipraktikkan secara nyata.
Peserta berkontribusi melalui usaha yang mereka kembangkan, bukan dengan membayar biaya pendidikan konvensional.
●
2015
●
2016
●
2017
●
2018
●
2019
●
2020
●
2022
●
2023
●
2024
●
2025
●
2026
Diluncurkan sebagai Javara Academy — sekolah berasrama bagi wirausaha pangan perdesaan.
Bersama BRG: 10 produk dari masyarakat lahan gambut, dari beras gambut hingga kopi liberika.
8 produk dikembangkan — dari mi shirataki rumput laut hingga sambal Taliwang.
Bootcamp multitahun bagi wirausaha pangan halal dimulai (2020–2026).
01
Inkubasi bisnis, branding, pengembangan produk.
02
Sajian dari kebun ke meja, wisata kuliner, jamuan pop-up.
03
Bahan pangan lokal, tradisi, dan kearifan masyarakat adat.
04
Usaha inklusif dengan produk dan layanan unggulan.
05
Bootcamp, pendampingan, lokakarya, pelatihan usaha perdesaan.
Membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan untuk memberdayakan generasi muda perdesaan, perempuan, dan masyarakat adat dalam mengembangkan usaha berbasis biokultur yang berorientasi pasar, berakar pada alam dan budaya lokal.
Pendiri
Wirausaha dan pegiat gastronomi; pendiri JAVARA (2008) dan penggagas Pasti Collective. Mendapat pengakuan dari Skoll Foundation dan Schwab Foundation.
Helianti Hilman adalah wirausaha dan pegiat gastronomi Indonesia yang berkarya di titik temu keanekaragaman hayati, budaya, dan pangan. Fokus kerjanya adalah menghidupkan kembali warisan pangan biokultural Indonesia sekaligus menciptakan penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat perdesaan.
Pada 2008 ia mendirikan JAVARA, yang menghubungkan ribuan petani kecil dan seniman pangan di seluruh Indonesia dengan pasar nasional dan global melalui produk berbasis keanekaragaman hayati. Ia kemudian mendirikan Sekolah Seniman Pangan untuk membina wirausaha pangan akar rumput, serta menggagas Pasti Collective, koperasi multipihak yang membantu usaha pangan biokultural yang etis untuk bertumbuh melalui pemanfaatan sumber daya bersama dan akses pasar.
Belakangan ini, Helianti mengembangkan Gastronomi Biokultural berbasis komunitas, dengan mengkurasi pengalaman kuliner imersif yang merayakan keanekaragaman hayati, musim, dan bentang budaya.
Direktur Bisnis
Lebih dari 30 tahun di industri perhotelan global (Hilton, Marriott, Kempinski); kini mengusung gastronomi berbasis budaya dan komunitas.
Johanna Hehakaja adalah pakar perhotelan Indonesia dengan pengalaman global lebih dari 30 tahun, termasuk memegang posisi kepemimpinan di grup ternama seperti Hilton, Marriott, dan Kempinski.
Sebagai mantan Food and Beverage Director, ia dikenal karena mampu mengangkat kualitas pengalaman bersantap sembari merayakan warisan budaya Indonesia melalui program kuliner yang inovatif. Sejak 2022 ia berfokus pada gastronomi berbasis budaya dan komunitas, bermitra dengan Javara, dan bergabung dengan Sekolah Seniman Pangan.
Kini ia berkarya di titik temu tradisi kuliner dan kesehatan, mendukung para seniman pangan dan petani yang membentuk kekayaan lanskap pangan Indonesia.
Direktur Kemitraan
Lebih dari 25 tahun di bidang pengembangan ekonomi lokal, termasuk 15 tahun di Flores — mengubah potensi lokal menjadi peluang nyata.
Etih Suryatin adalah Farmers Artist Manager asal Indonesia dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang pengembangan ekonomi lokal. Ia memperkuat usaha berbasis komunitas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk selama 15 tahun tinggal dan bekerja di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Bersama tim Seniman Pangan, ia menggali kekayaan hayati pangan Indonesia, menghubungkan bahan pangan lokal dan pengetahuan tradisional dengan sumber penghidupan, serta menempatkan masyarakat sebagai produsen sekaligus penjaga warisan mereka sendiri.
Teknolog Pangan & Manajer Pendidikan
Teknolog pangan yang berspesialisasi dalam pengembangan produk, riset, dan evaluasi sensori — dari konsep hingga komersialisasi.
Corazon Nikijuluw adalah teknolog pangan yang berpengalaman dan teliti, dengan keahlian di bidang pengembangan produk pangan, riset, dan evaluasi sensori.
Ia memiliki kemampuan analitis dan pemecahan masalah yang kuat untuk menghadirkan solusi yang inovatif dan menguntungkan, tepat waktu dan sesuai anggaran, serta berpengalaman mendukung berbagai inisiatif inovasi dan peningkatan nilai, dari konsep hingga komersialisasi.
Sejak 2017 di 37 wilayah dan 6 bentang alam di Indonesia.
Wilayah di Indonesia
Seniman pangan yang terlibat & dilatih langsung
Masyarakat umum yang dilatih dalam topik tematik
Penggerak lokal yang memberdayakan agen perubahan masa depan
Produk yang disempurnakan & dikembangkan
Ragam hayati pangan yang teridentifikasi
Pengalaman gastronomi tematik yang dikembangkan & dipromosikan
Terroir / bentang alam
Temukan peluang kemitraan yang sejalan dengan visi, tujuan, dan dampak bagi komunitas yang ingin Anda wujudkan.